Kredit UMKM, Nelayan, Pedagang, Petani, Karyawan Swasta ( Nasabah Lama)

  1. Jaminan/Barang           : Tabungan Bank Jepara Artha, BPKB Kendaraan, Sertifikat, SIMKL
  2. Jangka Waktu & Suku Bunga Kredit :
    • 36 – 60 Bulan (Setara 0,90% Flat dengan Anuitas)
    • 1 – 60 Bulan (Setara 1,3% Flat Murni untuk Plafon Sampai dengan Rp. 25.000.000
    • 1 – 60 Bulan (Setara 1,25% Flat Murni untuk Plafon > Rp. 25.000.000 sampai dengan Rp. 50.000.000)
    • 1-60 Bulan (Setara 1,2% Flat Murni untuk Plafon > Rp. 50.000.000 sampai dengan  Rp. 100.000.000)
    • 1-60 Bulan (Setara 1,1% untuk pafon > Rp. 100.000.000)
  3. Batas maksimal kredit  : Maksimal sesuai dengan ketentuan huruf PD.BPR Bank Jepara Artha.
  4. Usia pemohon              : Umur maksimal pada saat jatuh tempo 65 tahun.
  5. Provisi                          : 1% – 2% dari jumlah kredit.
  6. Administrasi                  : 0,1% – 0,5% dari jumlah kredit.
  7. Kredit diasuransikan
  8. Bank berhak menolak pengajuan kredit dengan disertai  alasan-alasan yang tepat berdasarkan analisa.
  9. Pinjaman mulai Rp 15 juta diikat SKMHT, sedangkan mulai Rp 50 juta diikat APHT.
  10. Dalam kondisi tertentu pengikatan dapat dilakukan diluar ketentuan diatas (poin 8)
  11. Apabila kredit menunggak angsuran sampai 3 kali atau 3 bulan, maka jaminan disita dan selanjutnya dilelang oleh pihak PD. BPR Bank Jepara Artha atau kuasa hukum untuk menyelesaikan kredit.
  12. Permohonan kredit dilampiri :
    1. Surat kuasa menjual bermaterai cukup yang ditandatangani pemohon dan pemilik jaminan (untuk jaminan atas nama orang lain) diketahui dan ditandatangani kepala desa atau kelurahan.
    2. Surat kuasa peminjaman jaminan bermaterai cukup yang ditandatangani pemohon dan pemilik jaminan  (untuk jaminan atas nama orang lain) ditandatangani kepala desa atau kelurahan.
    3. Surat pernyataan sita jaminan bermaterai cukup yang ditandatangani pemohon dan pemilik jaminan ( untuk jaminan atas nama orang lain) ditandatangani kepala desa atau kelurahan.
    4. Fotocopy KTP pemohon dan penanggung rangkap 3.
    5. Fotocopy Kartu keluarga (KK) rangkap 2.
    6. Fotocopy Sertifikat masing-masing rangkap 2.
    7. Fotocopy agunan.
    8. SPPT Asli dan Taksir harga tanah disesuaikan dengan nilai jual obyek pajak/SPPT/PBI/harga pasar dan fotocopy 2.
    9. Sertifikat bersih dari hak tanggungan
WhatsApp chat